Kemudahan islam tidak hanya diatur pada tatanan hukum semata, bahkan dalam hal aqidah (ilmu keimanan) pun islam demikian mudah dipahami. Keimanan dalam islam tidak hanya terbatas pada keimanan yang buta. Artinya, ia tidak hanya sekedar keyakinan semata, tetapi ia juga dapat dengan mudah dicerna oleh akal sehat (asal yang memikirkan benar-benar orang yang berakal sehat).
Islam menganut paham bahwa Tuhan itu Ahad/Esa/Tunggal yakni Allah aza wa jala semata. Tidak lagi perlu dijabarkan ke-esa-an itu. Satu, ya satu. Tidak tiga dalam satu atau satu dalam tiga. Bukan pula banyak dalam satu atau satu dalam banyak! Bahkan Ia tidak beranak dan dilahirkan. Dan Dia tidak mati lalu hidup kembali. Atau Hidup di dunia kemudian menjelma menjadi sesuatu yang lain.
Jika islam mengatakan bahwa Dia Maha Kuasa, maka ya sangat berkuasa, tanpa batas!.
Artinya kesempurnaan Tuhan (dalam islam) tidak tertandingi oleh makhluk manapun. Karena Dia yang menciptakan makhluk. Dia bahkan tidak butuh kepada makhluk, tetapi justeru makhluk-lah yang teramat sangat butuh kepada-Nya.
Karena kemudahannya, maka islam mengajarkan bahwa kita tidak perlu memikirkan Allah, tetapi fikirkan saja diri kita. Karena Allah itu Maha Besar, Maha Pengasih, Maha Pencipta, Maha Kuasa dan Pemilik Segala Kesempurnaan. Tidak bisa dilukiskan dengan akal manusia yang sangat tidak sempurna ini. Tidak bisa juga Tuhan dibuat semacam simbol (huruf atau patung). Karena Ia jauh dari hayalan manusia. Oleh Karena itulah kita cukup meyakini dengan akal sehat kita bahwa Allah itu ada (dengan segala bukti keberadaannya), tidak perlu lagi kita bertanya bagaimana-nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar