Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 30 April 2011
MUDAH MENULIS ARAB DI KOMPUTER
Aplikasi yang paling mudah digunakan untuk menulis arab lengkap dengan harakatnya adalah ARABIC PAD. Karena cara menulisnya disesuaikan dengan tuts huruf pada keyboard.
Kelebihan lainnya, ia dapat ditransfer keberbagai aplikasi pengolahan dokumen dan grafik, seperti MS Word, Corel Draw, Adobe Photoshop dan lain-lain.
Untuk mendapatkan filenya, bisa di download DISINI.
Jangan khawatir, file ini dilengkapi dengan tutorialnya. Kita hanya tinggal mengklik help.
Kelebihan lainnya, ia dapat ditransfer keberbagai aplikasi pengolahan dokumen dan grafik, seperti MS Word, Corel Draw, Adobe Photoshop dan lain-lain.
Untuk mendapatkan filenya, bisa di download DISINI.
Jangan khawatir, file ini dilengkapi dengan tutorialnya. Kita hanya tinggal mengklik help.
Minggu, 24 April 2011
MUDAHNYA BELAJAR ISLAM II
Kemudahan islam tidak hanya diatur pada tatanan hukum semata, bahkan dalam hal aqidah (ilmu keimanan) pun islam demikian mudah dipahami. Keimanan dalam islam tidak hanya terbatas pada keimanan yang buta. Artinya, ia tidak hanya sekedar keyakinan semata, tetapi ia juga dapat dengan mudah dicerna oleh akal sehat (asal yang memikirkan benar-benar orang yang berakal sehat).
Islam menganut paham bahwa Tuhan itu Ahad/Esa/Tunggal yakni Allah aza wa jala semata. Tidak lagi perlu dijabarkan ke-esa-an itu. Satu, ya satu. Tidak tiga dalam satu atau satu dalam tiga. Bukan pula banyak dalam satu atau satu dalam banyak! Bahkan Ia tidak beranak dan dilahirkan. Dan Dia tidak mati lalu hidup kembali. Atau Hidup di dunia kemudian menjelma menjadi sesuatu yang lain.
Jika islam mengatakan bahwa Dia Maha Kuasa, maka ya sangat berkuasa, tanpa batas!.
Artinya kesempurnaan Tuhan (dalam islam) tidak tertandingi oleh makhluk manapun. Karena Dia yang menciptakan makhluk. Dia bahkan tidak butuh kepada makhluk, tetapi justeru makhluk-lah yang teramat sangat butuh kepada-Nya.
Karena kemudahannya, maka islam mengajarkan bahwa kita tidak perlu memikirkan Allah, tetapi fikirkan saja diri kita. Karena Allah itu Maha Besar, Maha Pengasih, Maha Pencipta, Maha Kuasa dan Pemilik Segala Kesempurnaan. Tidak bisa dilukiskan dengan akal manusia yang sangat tidak sempurna ini. Tidak bisa juga Tuhan dibuat semacam simbol (huruf atau patung). Karena Ia jauh dari hayalan manusia. Oleh Karena itulah kita cukup meyakini dengan akal sehat kita bahwa Allah itu ada (dengan segala bukti keberadaannya), tidak perlu lagi kita bertanya bagaimana-nya.
Kamis, 21 April 2011
MUDAHNYA BELAJAR ISLAM I
Islam sebagai sebuah agama samawi, menuntunkan kepada penganutnya berbagai bentuk aturan, tatacara dan batasan-batasan yang harus dan tidak harus dilakukan. Kalau menilik sekilas saja, tentu orang akan mengira bahwa islam terlalu mengatur, terlalu mengekang, tidak bebas, penuh dengan berbagai ancaman. Salah sedikit, dosa! terlalu diktator, tidak boleh di main-mainkan sedikitpun apa yang telah ditetapkan sebagai sebuah aturan!. Membebani dengan berbagai kewajiban-kewajiban yang tidak boleh dilanggar!
Benarkah begitu? mari kita berpikir jernih.
Jika aturan kita anggap sebagai sebuah pengekangan terhadap kebebasan, maka bukankah kita sesungguhnya juga senang mengatur dan diatur? Bukankah setiap hari di dalam kehidupan kita mengatur apa keinginan kita, apa yang hari ini harus kita lakukan, apa yang kita rencanakan dan bagaimana kita menrealisasikan tahap demi tahap rencana itu? Bukankah ini sekelumit contoh bahwa kita juga senang mengatur dan diatur?
Jika kewajiban itu kita pandang sebagai beban, bukankan setiap hari kita mewajibkan diri kita untuk mandi? Mewajibkan diri untuk mencari harta kekayaan sebanyak-banyaknya? Mewajibkan diri kita untuk sekolah, belajar, bekerja dan lain-lain. Apakah itu juga kita pandang sebagai beban yang memberatkan? Dan enggankah kita untuk melakukannya? Jawabnya ada pada kejujuran kita sendiri.
Bercermin dari uraian di atas, maka wajarkah jika Tuhan mengatur hamba-Nya agar ia mendapatkan segala kebaikan dalam hidupnya?. Sebagaimana kita juga mengatur anak-anak kita dan keluarga kita untuk mendapatkan kebaikan seperti yang kita inginkan. Sebagaimana kita juga mengatur rumah kita agar ia dipandang sesuai dengan fungsinya.
Disinilah salah satu kemudahan dalam belajar agama islam. Kita dibebankan sesuai dengan apa yang kita mampu. "Tuhan tidak membebani insan melebihi kemampuannya." Kemampuan manusia ada batasnya. Kesehatan, kepintaran, kekayaan, tenaga dan apa yang dimiliki manusia, tentu ada batasnya. Maka Allah SWT tidak membebankan manusia kecuali sesuai dengan kemampuannya.
Dan siapakah yang paling tahu tentang keterbatasan manusia? Tentu saja Sang Penciptanya. Sebagaimana seorang arsitek jalan, ia sedikit-banyak bisa mengukur keterbatasan daya tahan jalannya dalam memikul beban, maka dibuatlah kelas-kelas jalan sesuai dengan daya tahannya terhadap beban tersebut. Begitu juga pembuat robot, ia juga tentu paham batas kemampuan robotnya dalam melakukan sesuatu.
Maka di utuslah seorang Rasul Muhammad SAW dari jenis manusia, agar manusia bisa menjadikan tolak ukur bahwa syari'at yang dibebankan kepada mereka memang bukan hal yang mustahil, tetapi semuanya sudah di-standard-kan dengan kemampuan manusia. Sehingga manusia mudah untuk melaksakannya. Bayangkan jika Rasul yang di utus dari kalangan Jin atau Malaikat, tentu manusia akan sangat kesulitan dalam mencontohnya.
Kita ambil contoh saja tentang shalat. Apakah gerakannya tidak bisa dilakukan oleh manusia? Apakah bacaannya tidak bisa dihapalkan oleh manusia?. Dan masih banyak contoh yang lain dalam kemudahan islam.
Insya Allah kita akan sambung lain waktu...
Minggu, 03 April 2011
HAQ DAN BATHIL
Kebenaran dan kebathilan selalu berseteru dan saling mendominasi dalam setiap sudut kehidupan manusia. Hal itu terjadi sudah sejak zaman diciptakannya manusia hingga akhir zaman. Memang kadang kala kebathilan membawa hikmah yang tersembunyi yang tidak kita ketahui. Dan hikmah terbesar dari sebuah kebathilan adalah agar kita dapat menghindari setiap kondisi yang berkaitan langsung dengannya ataupun yang dapat mengantarkan kita kepadanya. Sementara kebenaran (yang haq) pasti semua memiliki hikmah yang sangat luas bagi kehidupan diri manusia dan sekitarnya. Sehingga setiap kebenaran haruslah kita terima dengan lapang dada meskipun kadang ia terasa pahit.
Waktu demi waktu kita selalu melihat perseteruan itu semakin memuncak. Kadang kebenaran ditutupi oleh kebathilan dengan segelap-gelapnya. Kendatipun demikian, kebenaran akan selalu mincul sebagai pemenang. Hanya terkadang yang kita perlukan untuk tetap menapaki kebenaran adalah bersabar dan selalu berjuang untuk setiap saat berada di dalamnya dan mendakwahkannya.
Hal yang paling sulit bagi kita adalah menentukan mana yang haq dan mana yang bathil, ketika keduanya menyatu dalam keadaan yang syubhat (samar). Keduanya bisa bercampur dalam satu keadaan sekaligus, sehingga butuh kejelian dan ketelitian untuk menatapnya. Oleh karena itulah islam mengajarkan betapa pentingnya menuntut ilmu agama secara benar dan konsekwen dengan sunnah Rasulullah SAW. Dan Rasulullah Muhammad SAW sendiri telah mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa memiliki standard dalam menilai sesuatu, yakni Al-qur'an, Asunnah yang shahih dan para sahabat beliau SAW yang mendapat petunjuk dari Allah SWT.
Langganan:
Postingan (Atom)